Italy arrests 'fake Ferrari' gang
Anyone who's bought a fake Rolex watch or an imitation Gucci bag will know that from a cursory glance they look like the real thing.
But what about a fake Ferrari?
Italian police say they have smashed a counterfeiting ring in Sicily that produced the ultimate status symbol.
Imitation Ferraris were being sold online at a fraction of the real price - a dream for those who could never afford one.
Cobbled together with bogus parts and just a few original components, the fake Ferrari would grace any driveway.
To the untrained eye, it is a blood-red, Ferrari classic.
It looks like a 328 GTB that went out of production in the late 1980s.
But on closer examination, it is a pale imitation of the real thing.
The investigation into this ring started in Maranello, where the Ferrari factory is based.
Fakes sold online
Some of the body parts were moulded from the spares of an American Pontiac.
Once built, they were sold online for $30,000, a fraction of the price of a real Ferrari.
Police have confiscated 21 cars - 14 had already been sold and seven were still in Sicilian garages.
The buyers are all Ferrari enthusiasts who knew they were buying a counterfeit classic - though the documents they possessed were, of course, originals with a few crucial alterations.
So far 15 people have been arrested. The police said they were "very able" body shop mechanics.
Dulu saya sering mendengar ibunda mengeluh apabila memasuki musim " kawin" karena banyaknya undangan perkawinan yang harus dihadiri. Biasanya menbanjirnya undangan ini terjadi pada bulan - bulan sebelum puasa.
Di kampung saya, masih umum mengadiri undangan perkawinan dengan membawa segendongan penuh barang- barang kebutuhan seperti gula, teh, kopi, beras sebagai sumbangan selain dalam bentuk uang. Sumbangan ini juga berlaku untuk tetangga yang sedang membangun rumah, melahirkan ataupun kematian.
Balik ke masalah keluhan karena undangan.. Saya mengeluh karena undangan ulang tahun dari teman-teman sekolah Ben yang membanjir. Dalam bulan Januari lalu ada sekitar 4 anak yang berulang tahun dan semua merayakan dan mengundang teman-teman sekelas. Masuk bulan Februari, dalam satu minggu pertama ada 3 undangan ulang tahun, minggu kedua ada 4 undangan. Hampir semua pesta ulang tahun ini diadakan di bar ( baca: cafè) atau menyewa tempat malah ada yang mendatangkan penghibur seperti badut atau animator jenis lainnya. Bahkan ada yang memestakan tanggal kelahiran ini tiap tahun.. jadi 3 tahun bersama di TK, 3 kali undangan, tiga kali datang, tiga kali hadiah ulang tahun.
Dari beberapa undangan ulang tahun yang saya hadiri bersama Ben, saya melihat kesan saingan diantara orang tua. Anaknya sendiri begitu menerima hadiah ulang tahun di pegang beberapa menit terus lupa dan sibuk bermain. Jadi siapa sebenernya yang berkepentingan dengan perayaan ulang tahun untuk anak-anak yang masih kecil....
Di ulang tahun Ben kita tidak pernah merayakan seperti teman-teman sekolahnya melainkan hanya dengan mengundang beberapa teman ke rumah. Ben pernah mengusulkan dengan polosnya bahwa dia juga kalau berulang tahun pingin menyebar undangan dan mengadakan pesta ulang tahun di cafè
.. hi..hi.. Dasar anak kecil...
It might look like an age old ritual, performed by lovers on the Ponte Milvio in Rome, but the Italian couples who throw keys into the Tiber are in fact following a scene from a recent book and film. Locking a chain to a lamppost on the bridge and throwing the key into the river was dreamed up by the author Federico Moccia in his book "I Want You."
He said: "In Italy, we had no ritual about love. So I decided to invent it."
In South Korea's capital, a department store has decided to go big on St Valentine's, with a 1.8-metre chocolate statue of the man himself. Other items melting the hearts of shoppers include chocolate earrings and chocolate clothes.
But there is a decided lack of Valentine vigour in Riyadh, where Saudi police have banned the sale of red-roses and other lovers' paraphernalia, saying celebrating the day goes against Islamic law.
The decree made it illegal for gift shops to sell anything red in the run-up to St Valentine's Day - and those which ignore it could be shut down and fined heavily.
http://www.euronews.net/index.php?page=info&article=469982&lng=1
Happy Valentine everybody...
Setelah sempet bingung dari hasil USG terakhir pada akhir bulan Januari lalu, akhirnya dapat kepastian juga. Dari hasil amniocentesis, semuanya normal dan kromosom si fetus di dalam perut saya yang semakin dengan lincahnya nendang sana sini adalah : 46 XY (a boy). Tebak siapa yang kegirangan karena ada teman main lompat-lompatan.... ??
Balik lagi ke kebingungan semula: memilih nama. Suami saya selalu konsultasi dan minta persetujuan kepada kakaknya dalam memilih nama yg nota bene dia hanya berpengalaman memberi nama kepada bintang piaraannya yaitu 4 kucing dan 2 anjing
Setiap saya ada ide nama, selalu di di sampaikan kepada kakak tercintanya... huh..... Sampai sekarang ini ide nama yang masuk dalam pikiran saya adalah: Samuel, David, Daniel, Simon... dengan nama tengah nama Indonesia. Sementara suami saya ngeyel pingin kasih nama seperti kakeknya yaitu Nico kependekan dari Nicholas.. Mbuh wis.. bingung..... masih ada 19 minggu lagi untuk memutuskan.
Oh ya, kehamilan saya sekarang genap 21 minggu atau mulai menginjak minggu ke 22. Dengan berat kira2 360 gram dan panjang 27 cm.... Nah kira-kira2 seperti ini bentuknya si jabang bayi saya:
image source: baby centre