Tuesday, July 26, 2005,7/26/2005 11:43:00 PM
Buku
Thanks Edish atas lemparan baton book-nya, jadinya aku ngubek-ubek rak buku dan ketahuan beberapa buku belum selesai di baca. Total number of books owned Termasuk penggemar Tintin & Asterix ( lengkap dengan koleksi figurines) tapi masih baca yang edisi Indonesia. Dulu seringnya pinjem novel Mira W atau Kho Ping Ho juga Agatha Christi, baru setelah kerja beli sendiri novelnya John Grisham. Selain novel seneng juga beli buku masakan seperti Prima Rasa Seri Masak Femina, Buku Resep Masakan berbagai negara termasuk buku masak dalam edisi Italiano; jadi masak sekalian belajar. Buku-buku lain yang di beli: Richard Branson, Woody Alen, Di balik kesuksesan McDonald (meskipun aku bukan penggemar fast food jadi penasaran bagaimana restoran waralaba ini bisa sukses), The Lost Art of Listening, Emotional Intellegent, Clown in The Stret of Jakarta & Murder in Batavia (di beli karena kebetulan kenal sama pengarangnya, Richard Mann), Ebay for Dummies. Buku - buku yang sampai sekarang belum selesai di baca: Washington Irwing's Life of Mohammed , Michelangelo & The Complete Maus. Setelah ada Ben, beli & baca bukunya kebanyakan buku anak-anak. The last books I bought Penelope Leach; your baby & child, The no-cry sleep solution Elizabeth Pantley, Mezza Ora in Cucina, La Grande Pasta Italiana and The Bread Bible Books reading right now I am not reading any books right now except cooking book and children book such; Sadri returns to Bali, Favourites Balinese children stories and L'Italiano per stranieri Books that mean a lot to me Tintin, Asterix, What to Expect when you're expecting, Benjamin Spock Baby and Child Care, Ebay for Dummies, Books I want to buy Da Vinci Code, Harry Potter ( later will be for Ben)
 
posted by tari
Permalink ¤ 5 comments
Sunday, July 24, 2005,7/24/2005 07:41:00 PM
Upps...sorry, we shot the wrong man
London Metropolitan Police Commissioner Ian Blair said his force ``deeply regret'' the death of a 27-year-old Brazilian man shot by officers in the search for terrorists behind four attempted bombings July 21. Sebenernya aku gak suka menulis tentang politik atau mengkritik politician tapi kok ya kasihan sekali melihat Jean Charles de Menezes dan keluarganya yang jadi korban. Terang saja dia lari di kejar-kejar orang- orang bersenjata ( tidak berseragam) tanpa menyebutkan jati diri mereka. The shooting was the first time London police have used special tactics developed to address the threat of suicide bombers, the Guardian newspaper reported yesterday. Under Operation Kratos, special officers are authorized to shoot to kill and are trained to aim for the head to avoid triggering explosive devices that may be attached to the chest or waist, the Guardian said. Kemaren, di Gaza, tentara Israel menahan seorang Palestina yang siap menjadi bom bunuh diri dengan sabuk penuh bom di pinggangnya. Laki-laki tersebut tidak di tembak di kepala 5 kali seperti Jean Charles de Menezes; his clothing and behavior had added to suspicions about him, the police have said. London mayor defends the use of Palestinian suicide bombers Less than two weeks since the London terror attacks, the city's Mayor Ken Livingstone has sparked controversy by defending the use of suicide bombers in the Israeli-Palestinian conflict and charging that Israel had indiscriminately slaughtered Palestinians in acts that "border on crimes against humanity." "Given that the Palestinians don't have jet planes, don't have tanks, they only have their bodies to use as weapons," Livingstone told Sky News in an interview. Setelah terjadi di London dan menelan puluhan korban, apakah Pak Livingstone masih berpendapat sama? Ataukah beliau hanya ingin meraih suara penduduk muslim di London supaya bisa duduk lagi di kursinya sewaktu mengeluarkan pernyataan tersebut? ``There's no explanation for what happened,'' Alex Pereira, a cousin of de Menezes, told the BBC in a telephone interview. ``Why couldn't they shout to him to stop?'' De Menezes spoke ``good English'' and would have easily been able to explain who he was, Pereira said. Bagaimana Jean Charles de Menezes tahu kalau orang-orang yang mengejarnya adalah polisi dan bukan kriminal, sebelum kepalanya menjadi sarang 5 peluru tentu saja, kalau mereka tidak mengindetifikasi diri mereka? Ini hanya tulisan biasa dari orang biasa yang sama sekali bodoh tentang politik dan tidak tahu jalan pikiran politik, jadi mohon maaf kalau ada yang tersinggung oleh tulisan aku yang biasa ini.
 
posted by tari
Permalink ¤ 3 comments
Monday, July 18, 2005,7/18/2005 11:11:00 PM
"Why........?" & ghost
"Why...?"
Belakangan ini, Ben sering sekali menjawab atau menggunakan kata why..? setiap kali kita terlibat percakapan atau hanya sekedar bertanya.
Sore tadi, karena aku gak denger waktu Ben bilang mau pipis, terlambat deh...terus Ben pipis di celana dan sepatunya ikut basah. Di kamar mandi sambil aku membersihkan sepatu Ben setelah selesai mencuci kaki dan tangannya.
Ben: "What are you doing mama?"
Aku: "Mama is rinsing your shoes"
Ben. "Why..?"
Aku: "Because they are dirty and wet"
Ben: "Why..?
Aku: " Because you were pipis in your pants and not in the toilet "
Ben: " Benny not naughty boy mama...Benny good boy"
Aku: " You are good boy when you pipis in the toilet"
Ben: " Benny pipis ..again...pipis toilet!" ( karena pingin di bilang good boy, jadi minta di dudukin di toilet padahal cuma mainan toilet paper.....)
Ghost
Kemaren sore, tiba-tiba lampu mati. Rupanya kipas angin di atas yang jadi gara-garanya. Di kegelapan sambil bawa lampu senter Pooh-nya, Ben berlari minta gendong ke Papanya dan berteriak:
Ben: "Benny takut...."
Papa: " Afraid of what?"
Ben: " Benny afraid ghost...."
Kita jadi bingung dan saling berpandangan dalam remang-remangnya sorotan lampu senter. Selama ini aku dan papanya Ben tidak pernah sekalipun berbiacra tentang ghost. Heran..dari mana anak ini tahu ghost...
Aku coba mengingat-ingat dari mana Ben dapet perbendaharaan kata ghost. Dari semua buku-bukunya tidak ada satupun yang yang menyinggung soal itu. AKhirnya ingatanku tertuju pada Scoby Doo, yang belum lama ini Ben tonton di Boomerang dengan secara tidak sengaja setelah nonton kartun lainnya. Kita berdua berusaha menjelaskan ke dalam bahasanya Ben, supaya tidak takut sama hantu.
 
posted by tari
Permalink ¤ 7 comments
Friday, July 15, 2005,7/15/2005 06:32:00 PM
Janneken Pis
 
posted by tari
Permalink ¤ 7 comments
Tuesday, July 12, 2005,7/12/2005 11:31:00 PM
Manneken Pis dan potty training
Cerita basi dari kunjungan singkat kita ke Belgia. Beberapa hal bikin hati mangkel selama kunjungan kita ke Brussels dan sampai sekarang rasannya masih sumpek kalau mengingatnya. Namun di balik kemangkelan ada satu hal positif yang membuahkan senyuman manis; potty training mulai menunjukan hasilnya. Thanks to Manneken Pis! Sebenarnya bukan kali ini saja kita bawa Ben menemui patung anak kecil yang nakal yang menjadi simbol kota Brussels ini, akan tetapi kali ini Ben bener- bener aware akan keberadaan Manneken Pis dan spontan berteriak: "Look Papa, pipis...pipis water..." Sepanjang perjalanan pulang, kita ulang, ulang dan ulang lagi cerita tentang apa yang di lakukan Manneken Pis ke Ben dan sampai sekarang tidak bosan-bosan kita masih mengulang lagi. Hasilnya? Sudah beberapa hari ini Ben tanpa nappy hanya waktu pergi dan bobo saja. Dan lagi tipa kali mau pipis Ben selalu bilang ( biarpun kadang terlambat) dan minta pipis di luar seperti Manneken Pis. Beruntung kita tinggal di countryside dan mempunyai halaman yang lumayan luas jadi ikut membantu proses potty training. Kalau hari sudah malam, Ben minta pipis di toilet, memang kita harus sabar menunggu datengnya si pipis sambil ngobrol atau Ben mengulur-ulur toilet paper.
Ibu-ibu yang mempunyai masalah mem-potty training putranya, ajaklah si kecil menemui Manneken Pis. Bagaimana dengan anak perempuan? Jangan khawatir, ada Janneken Pis, patung anak perempuan yang sedang pipis dalam posisi jongkok layaknya anak perempuan yang berlokasi tidak jauh dari Manneken Pis.
 
posted by tari
Permalink ¤ 7 comments